Guru Ini Menghilangkan PR Dari Kelasnya

Memiliki anak yang baru masuk ke Sekolah Dasar adalah sebuah kebahagiaan bagi semua orang tua. Namun ternyata tidak semuanya hal baru tersebut menyenangkan, para orang tua akan kembali berhadapan dengan hal yang paling menyebalkan di dunia yaitu PR.

sumber : youtube.com
Setiap pulang sekolah yang ditanyakan oleh orang tua pada umumnya adalah besok ada PR ga? Terus begitu tiap hari. Nah hal ini lah yang menjadi kan banyak anak dan orang tua menjadi stress dan tidak mendapatkan malam yang menyenangkan bersama-sama.

Dikutip dari MNN, beberapa waktu yang lalu ada sebuah surat yang dibuat oleh seorang guru dan menjadi viral hampir di seluruh dunia. Surat tersebut membuat banyak murid dan orang tua berharap mereka memiliki guru tersebut dalam sekolah mereka.

Dalam surat tersebut, Brandy Young seorang guru sekolah dasar, menyebutkan bahwa setelah melakukan berbagai macam penelitian, maka dia akan mencoba sesuatu yang baru.

Dalam kelas yang dia kelola tidak akan ada pekerjaan rumah. Untuk itu sebagai gantinya, beliau mengharapkan orang tua lebih meluangkan waktu di sore atau malam hari untuk bersama anak-anak mereka. 

Membaca buku bersama, bermain di sore hari, makan malam bersama dan mengajak anak mereka untuk tidur lebih awal adalah hal yang diharapkan oleh guru tersebut untuk dilakukan oleh para orang tua.

mnn.com
Para orang tua yang anaknya berada dalam kelas Brandy Young tentunya sangat senang dengan keputusan guru tersebut. Fakta bahwa surat tersebut telah dibagikan puluhan ribu kali dalam media sosial juga memperlihatkan bahwa banyak orang yang juga menginginkan hal tersebut.

Yup, PR tidak saja dibenci oleh murid namun juga dibenci oleh para orang tua. Nah Jika memang ternyata PR sangat dibenci oleh sebagian besar penduduk bumi ini, mengapa kita harus memaksa anak-anak untuk melakukannya.

Sebelum kita berbicara lebih jauh mengenai PR tersebut, ada baiknya kita mengetahui asal usul PR tersebut. Banyak yang berpendapat, walaupun tidak ada bukti yang definitif, bahwa orang yang menciptakan PR adalah seorang guru di Italia pada tahun 1095. Guru tersebut bernama Roberto Nevilis dan PR pada masa itu diberikan olehnya kepada anak-anak yang memiliki perilaku yang nakal (mnn.com).

PR sudah dirasakan sebagai sesuatu yang sangat menyebalkan selain itu PR juga dapat mengambil waktu bermain dan juga bergerak untuk anak karena mereka dipaksa untuk duduk mengerjakan berbagai macam PR yang menjadi beban mereka.

PR sebenarnya memiliki tujuan yang baik yaitu untuk mendekatkan hubungan antara anak dan orang tua dalam hal pendidikan. Namun yang sangat disayangkan, dalam banyak kejadian malah orang tua dan anak sering bertengkar karena PR.

Pada umumnya anak kecil telah capek belajar di sekolah dan hal yang paling mereka tidak ingin temui setelah pulang adalah pekerjaan rumah. Sementara itu umumnya orang tua takut anaknya akan tertinggal dari teman-temannya yang lain dan pada akhirnya memaksa anaknya untuk mengerjakan PR, dan tidak jarang akan berakhir dengan "drama" yang akan memberikan efek yang buruk kepada anak.

Kembali pada surat Brandy Young di atas, bermain bersama anak tanpa adanya embel-embel “pekerjaan” akan memberikan kualitas hubungan yang lebih baik antara anak dan juga orang tua. 

Membaca buku bersama, menurut beberapa penelitian memang memberikan efek yang jauh lebih baik dibanding dengan mengerjakan PR dalam kehidupan anak. 

Masa kecil adalah masa untuk anak bermain dan juga bergerak. Selain dapat membuat kesehatan fisik yang baik, mental anak-anak juga menjadi jauh lebih baik. 

Maka memang sebaiknya pada anak-anak usia SD belum perlu mendapat kan PR sehingga mereka dapat mendapatkan tidur malam yang nyaman dan juga kesempatan yang banyak untuk bermain. 

Membaca buku bersama orang tua dan makan malam bersama adalah pekerjaan rumah yang jauh lebih baik, bagaimana menurut anda?


EmoticonEmoticon