6 Panduan Puasa Bagi Ibu Menyusui

Saat bulan Ramadhan telah tiba, bulan yang dinanti-nanti di mana semua umat Muslim wajib menjalankan puasa. Namun bagi ibu yang sedang menyusui, Islam memberikan kelonggaran bagi mereka untuk tidak melakukan puasa dan dapat menggantinya di lain waktu atau bisa juga diganti dengan membayar fidyah.

(fimela.com)
Puasa pada umumnya membutuhkan waktu sekitar empat belas jam. Dan selama waktu kita berpuasa, tubuh manusia masih dapat bertahan dengan kandungan makanan yang telah kita santap pada saat sahur hingga saat nya nanti berbuka puasa.

Puasa untuk ibu menyusui dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan, terutama pada ibu menyusui yang secara eksklusif memberikan ASI kepada bayi yang berusia di bawah 6 bulan. Pada masa ini ibu akan memberikan ASI secara rutin setiap 2 jam sekali tanpa kenal siang atau malam. Hal ini lah yang menyebabkan puasa untuk ibu menyusui dengan bayi di bawah usia enam bulan tidak baik untuk dilakukan.
Sementara itu untuk ibu dengan bayi yang telah berusia 6 bulan ke atas dapat menjalankan puasa dengan memperhatikan dan melakukan beberapa hal berikut ini.

1. Konsultasi Dengan Dokter

Untuk menjaga kondisi Ibu dan juga bayi, ada baiknya kita berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa atau tidak. Hal ini perlu dilakukan sehingga tidak membahayakan kondisi kesehatan Ibu atau bayi.

Jika kondisi keduanya baik maka Dokter biasanya akan memperbolehkan Ibu melaksanakan ibadah puasa selama bulan Ramadhan.


2. Usia bayi

Seperti telah kita sebutkan di atas, untuk usia bayi yang masih di bawah 6 bulan sebaiknya sang Ibu tidak melakukan puasa. Sementara untuk bayi yang telah berusia di atas 6 bulan, puasa mungkin untuk dilakukan oleh Ibu selama tidak puasa ini tidak mengganggu kondisi ibu dan bayi.


3. Pompa/ Peras ASI sebanyak mungkin di malam hari

sumber : tribunnews.com
Dengan berkurangnya cairan dan juga makanan yang dimakan Ibu di siang hari tentu akan memberikan pengaruh terhadap produksi ASI di siang hari. Sehingga apabila Ibu berniat untuk berpuasa ada baiknya memompa atau memeras ASI sebanyak yang Ibu mampu ketika malam hari, sehingga ketika siang hari stok ASI tersebut dapat dipakai untuk membuat bayi tetap kenyang.

4. Banyak minum air putih

Sejak saat buka puasa ada baiknya Ibu banyak meminum ari putih hingga nanti saat sahur. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi saat kekurangan cairan pada saat puasa di siang hari nya.

Tubuh kita membutuhkan banyak cairan tubuh apalagi ibu yang sedang menyusui sehingga hal ini sangat dianjurkan.


5. Beristirahat yang banyak.

Menyusui bayi sambil berpuasa merupakan sesuatu hal yang cukup berat dilakukan. Hal ini disebabkan tubuh akan terasa lemas setelah Ibu memberikan ASI. Untuk itu setelah bayi menyusui, ada baiknya ibu segera beristirahat yang cukup untuk dapat membuat kondisi tubuh baik fisik maupun psikis kembali pulih dan menjaga kelancaran produksi ASI.


6. Buka Puasa Apabila Dianggap perlu

Ketika Ibu pada suatu masa merasa tidak sanggup berpuasa atau bisa juga karena khawatir dengan kondisi kesehatan Ibu mau pun kondisi kesehatan bayi, maka ada baiknya puasa dihentikan terlebih dahulu.

Islam tidak pernah memberatkan dan ibu menyusui diberikan kelonggaran untuk menggantinya dengan membayar fidyah atau bisa juga melakukan puasa di saat yang lain.


Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat, selamat berpuasa.



EmoticonEmoticon