10 Tips Untuk Mengenali Kain Batik Tulis Asli

Batik saat ini telah menjadi bagian dari busana masyarakat modern. 

Anjuran pemerintah untuk mengenakan batik sebagai salah satu seragam kerja di berbagai instansi pemerintah dan swasta telah memberikan peningkatan yang signifikan terhadap penjualan batik di seluruh wilayah Indonesia.

Batik sendiri menurut teknik pembuatan nya dapat di kategori kan menjadi tiga teknik, yaitu batik tulis, batik cap, dan kain dengan motif batik atau lebih dikenal dengan sebutan batik printing. Ketiga teknik pembuatan batik ini menentukan harga dan kualitas dari batik tersebut. 
Pembuatan batik tulis (sumber : pustakamateri.web.id)

Batik sebenarnya adalah sebuah proses sehingga banyak orang yang menyebut bahwa batik printing ini tidak termasuk dalam kategori kain batik karena proses pembuatan nya yang sama dengan kain tekstil yang lain dan tidak memiliki keunikan. 

Batik pada masa awal pembuatan nya hanya dikenal satu teknik dan ini merupakan teknik pembuatan batik yang sebenarnya dan teknik itu adalah batik tulis. 

Batik yang dibuat dengan teknik ini memang harganya relatif lebih mahal jika dibanding dengan batik yang dibuat dengan teknik lain. Hal ini disebabkan prosesnya yang lebih rumit dan juga membutuhkan waktu yang lebih lama. 

Ketika kita belanja batik, terkadang kita merasa bingung untuk memilih batik tulis. Ada perasaan ragu, benarkah ini batik tulis atau bukan. 


Harga kain batik yang mahal tidak dapat dijadikan satu-satunya patokan bahwa kain batik tersebut adalah batik tulis. 

Kita perlu memperhatikan beberapa hal dari kain batik tersebut untuk mengenali nya.

Berikut ini adalah beberapa panduan untuk mengenali batik tulis.

1.      Bahan dasar kain batik. 

Tahap pertama untuk mengenali batik tulis adalah dengan memperhatikan bahan dasar dari kain batik tersebut. 

Kain batik tulis pada umumnya menggunakan kain katun, kain rayon, kain rami dan juga kain sutra. Proses pembuatan batik tulis ini tidak dapat dilakukan pada kain dengan bahan poliester.

2.      Perhatikan pola dan motif batik tersebut. 

Proses mencanting (sumber : travel.kompas.com)
Pada kain batik tulis pada umumnya motif batik dan gambar pola nya tidak dapat terbuat sama persis. Jika diperhatikan maka akan terlihat satu bagian yang terlalu kecil dan ada bagian lain yang terlalu besar. 

Proses pembuatan motif oleh tangan manusia membuat pola dan motif pada kain batik tersebut memiliki beberapa perbedaan pada hasil akhirnya. Hal ini lah yang membuat batik memiliki nilai seni yang tinggi karena dikerjakan secara manual oleh para pengrajin batik. 

Sementara pada kain dengan motif batik, pola dan motif nya tampil dengan sangat sempurna dan hampir tidak ada cacat. Hal ini lah yang membuat kain dengan motif batik tidak memiliki nilai seni batik.


 
3.      Batik tulis selalu dibatik terusan. 

Maksud dari pernyataan ini adalah kain batik setelah diproses batik di satu sisi maka pada bagian belakang dari kain batik tulis tersebut akan di batik lagi sehingga motif batik nya akan tampak semakin jelas. 

Detail dan juga pola yang tergambar pada kain batik dengan teknik tulis pada umumnya memiliki pola yang lebih sederhana. 

Hal ini disebabkan karena untuk menggambarkan pola batik dengan ukuran yang sangat kecil cukup susah untuk dilakukan dengan menggunakan canting.

4.      Berat dari kain batik.

Kain mori yang dipakai untuk bahan dasar pada batik tulis pada umumnya lebih berat jika dibanding dengan jenis kain batik lainnya.

5.      Memperhatikan warna kain batik. 

Warna dari kain batik tulis pada umumnya dibuat dengan warna yang natural dan juga kuat. 
penjemuran batik tulis (sumber travel.kompas.com)

6.      Pegang dan rasakan tekstur dari kain batik tulis tersebut.

Kain batik asli bila dipegang, kain nya memiliki tekstur yang lembut, tidak kaku dan mudah jatuh. 

Sementara kain dengan motif batik pada umumnya memiliki kain yang kaku serta memiliki tekstur yang agak kasar. 

Hal ini disebabkan oleh zat warna yang menempel pada kain tersebut yang tidak terserap dengan baik pada kain seperti pada kain batik tulis yang asli.


7.      Gunakan indra penciuman kita. 

Batik yang dibuat dengan teknik tulis memiliki aroma yang khas yaitu aroma lilin malam. Sementara pada kain dengan motif batik pada umumnya aroma yang kentara adalah aroma minyak. 

Kain batik tulis yang menggunakan pewarna alami akan memiliki aroma yang khas karena bahan pewarna nya berasal dari berbagai macam kulit kayu, daun dan juga akar pohon.

8.      Perhatikan dua sisi dari kain batik tersebut.

Kain batik yang asli akan memiliki motif dan warna yang sama di kedua bagian sisinya. Sementara kain dengan motif batik hanya memiliki motif dan warna pada satu bagian sisi kain sehingga bagian dalam kain akan cenderung berwarna putih.

 9.      Ada harga ada kualitas. 

Kain batik tulis yang asli pada umumnya memang dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi jika dibanding dengan kain batik lainnya. 

Hal ini disebabkan oleh proses pembuatan batik tulis yang dilakukan dengan cara tradisional dan membuat biaya produksinya juga cukup tinggi. 

Berbeda dengan kain dengan motif batik yang dibuat dengan mesin dan dapat membuat ribuan kain dalam sekejap.

10.  Kemasan kain batik. 

Kain batik tulis yang asli tidak akan ditemui dalam bentuk gulungan kain. 

Kain batik tulis pada umumnya akan di kemas dengan cara dilipat dan dibungkus satu persatu.

Demikian lah beberapa tips dan panduan untuk kita ketika hendak memilih batik tulis yang asli. 

Semoga pengetahuan ini dapat bermanfaat untuk anda.

Terima kasih.

1 komentar so far

kalau toko batik tulis asli yg rekomen di daerah jakarta ada ga ya?

terima kasih,


EmoticonEmoticon